Ketika berjalan sore hari aku
mlelihat segerombol orang bermain voli disana mereka bermain dengan senang dan
penuh suka cita. Aku bersama teman” ku ingin bermain juga tapi kami kurang suka
dengan voli. Setelah itu kami pun diajak bermain berssama kami main asal”an,
terus ada yang berkata “Kalau main harus serius jangan bercanda kalau kalian
gak serius kalian bakal selamnya gak bisa bermain voli”, kata-kata itu membuat
kawan-kawan saya putus asa tapi saya tidak kata-kata itu membangkitkan jiwa bermain
saya. Saya tersadar kalau saya pasti bisa bermain voli dengan baik dan akan
jadi pemenang suatu saat nanti. Setiap hari saya bermain bersama orang tua yang
bermain voli dilapangan saya terus berlatih dan berlatih sampai suatu saat saya
dapat suatu masalah. Masalahnya adalah dari kwan” saya karena mereka mengira
saya terlalu terobsesi dengan yang namanya voli padahal saya hanya ingin
membuktikan bahwa saya bisa bermain dan menjadi pemenang,tapi mereka salah
mengartikannya saya terus dijauhi oleh mereka padahal saya ingin mengajak
mereka bermain agar mereka semua bisa bermain bersama saya. Saya ingin kalu
saya bisa mereka juga pasti biisa ,tapi makin lama saya terus dijauhi dan
ditinggalkan. Tak lama saya seprti orang yang tak ada arah hidup dalam pikiran
saya “percuma hidup tanpa teman gak ada guunya juga” saya ini bagai kapal yang
tak ada ABK nya.
Suatu hari saat saya telah bermain voli saya didatangi oleh seseorang dia melihat saya cukup bagus bermain dia bilang, “kamu punya bakat bermain ya”, saya jawab “ah,, tidak juga pak saya begini karena seseorang juga pak saya dulu tidak tau dan tidak suka juga dengan voli pak”, bapak itu brkata lagi “bgaimana bisa kamu brmain secantik ini tapi dulu kamu tidaak suka dengan permianan ini??”, saya menjawab, “Karena saya terdorong dari kata-kata orang tua saat saya pertama bermain voli kata-kata itu membakar jiwa brmain saya pak”, bapak itu bertanya lagi “kenapa kamu tidak mengajak teman-temanmu???, mungkin mereka bisa sepertimu bapak bisa biayain kamu dan tim mu untuk tnding bapak yakin sama kamu”, kata-kata itu membuat saya tertegun sejenak, dan saya menjawab “kawan saya tidak percaya lagi sama saya pak”. Diam sejenak baoak itu oun jawab “beri kepercayaan pada mereka kamu pasti BISA”. Saya pun tidak sungkan buat menjwab “SIAP pak akan saya beri keparcayaan pda mereka, terima kasih pak”. Disitu pun saya meminta nama dan no telepon bapk itu. Bapak itu bernama Budi.
Malam hari saya berpikir bagaimana cara untuk membuat kawan saya percaya lagi sama saya. Setelah lama saya berpikir mata ini tersa mngantuk dan saya pun tidur. Didalam tidur saya bermimpi bermain kembali dengan kawan saya tapi kami bermain bola kaki, dan keesokan hairnya saya pun berpikir untuk mngikuti mimpi saya semalam. Saya datang ketempat mereka bisa ngumpul dan saya mcoba menjelaskan pada mereka , mereka juga belum mngerti dan saya jelaskan cerita pertemuan saya dengan pak Budi mereka mulai tertarik dan akhirnya merka semua kembali percaya sama saya kami pun berlatih setiap malam sabtu pertama mereka belum bisa sama serti saat pertam kali main, keesikan harinya saya mendatangkan pak Budi untk membri merak semangat seprti yang ia lakukan pada saya, mereka pun bersemangat dan terus berlatih sampai akhirnya tiba kami bertannding di tingkat nasional dan kami pun medapat juara 3 itu menurut teman-teman dan saya sendiri adalah pencapaian yang bagus pak budi pun bangga dengan kami dan dia terus ada saat kami butuh dia, dan tim kami terus solid selamanya…
Suatu hari saat saya telah bermain voli saya didatangi oleh seseorang dia melihat saya cukup bagus bermain dia bilang, “kamu punya bakat bermain ya”, saya jawab “ah,, tidak juga pak saya begini karena seseorang juga pak saya dulu tidak tau dan tidak suka juga dengan voli pak”, bapak itu brkata lagi “bgaimana bisa kamu brmain secantik ini tapi dulu kamu tidaak suka dengan permianan ini??”, saya menjawab, “Karena saya terdorong dari kata-kata orang tua saat saya pertama bermain voli kata-kata itu membakar jiwa brmain saya pak”, bapak itu bertanya lagi “kenapa kamu tidak mengajak teman-temanmu???, mungkin mereka bisa sepertimu bapak bisa biayain kamu dan tim mu untuk tnding bapak yakin sama kamu”, kata-kata itu membuat saya tertegun sejenak, dan saya menjawab “kawan saya tidak percaya lagi sama saya pak”. Diam sejenak baoak itu oun jawab “beri kepercayaan pada mereka kamu pasti BISA”. Saya pun tidak sungkan buat menjwab “SIAP pak akan saya beri keparcayaan pda mereka, terima kasih pak”. Disitu pun saya meminta nama dan no telepon bapk itu. Bapak itu bernama Budi.
Malam hari saya berpikir bagaimana cara untuk membuat kawan saya percaya lagi sama saya. Setelah lama saya berpikir mata ini tersa mngantuk dan saya pun tidur. Didalam tidur saya bermimpi bermain kembali dengan kawan saya tapi kami bermain bola kaki, dan keesokan hairnya saya pun berpikir untuk mngikuti mimpi saya semalam. Saya datang ketempat mereka bisa ngumpul dan saya mcoba menjelaskan pada mereka , mereka juga belum mngerti dan saya jelaskan cerita pertemuan saya dengan pak Budi mereka mulai tertarik dan akhirnya merka semua kembali percaya sama saya kami pun berlatih setiap malam sabtu pertama mereka belum bisa sama serti saat pertam kali main, keesikan harinya saya mendatangkan pak Budi untk membri merak semangat seprti yang ia lakukan pada saya, mereka pun bersemangat dan terus berlatih sampai akhirnya tiba kami bertannding di tingkat nasional dan kami pun medapat juara 3 itu menurut teman-teman dan saya sendiri adalah pencapaian yang bagus pak budi pun bangga dengan kami dan dia terus ada saat kami butuh dia, dan tim kami terus solid selamanya…
Selesai
^_^
created by_Ninuk Kurniawan
created by_Ninuk Kurniawan
Comments
Post a Comment