Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

Pengalaman yang Menyakitkan…

Disini aku ingin bercerita tentang kehidupanku yang menurut ku membuatku selalu ada dalam keadaan bersalah. Dimulai dari malam aku menjemput dan menghantarkan ia pulang kerumah hari selasa sekitar jam 18.20 aku menunggunya di halte yang gak biasa tempat aku menjemputnya, itu karena permintaanku dan ia pun datang kesana menggunakan angkot dan ia pun menghampiri ku dengan muka lesu karena kelelahan habis mengikuti kegiatan disekolahnya. Ia pun naik ke motor ku dan kami pun langsung kearah perjalanan pulang. Setelah agak jauh dari halte aku pun mulai pembicaraan aku berkata”kenapa kok lesu banget nampaknya” , ia pun menjawab”tadi abis latihan silat bg disekolah”,dengan nada lesu, dan aku bertanya lagi ”udah makan belum dek??”, ia berkata “belum” aku melanjutkan “yok kita makan dulu nanti magh adek kambuh lho kalo gak makan”, ia pun menjawab “gak kok bg tenang aja gak adek makan dirumah aja deh magh adek gak bakal kambuh kok”. Disitu aku mulai tenang bila ia mengatakan itu aku pun ...

MAAFKAN LAH AKU.. :(

Aku disini menanti hadirmu kembali. Sendiri menikamti dinginnya malam. Sendiri merenungi semua kesalahan. Aku memang bukanlah sosok yang sempurna yang engkau inginkan, Apakah tidak bisa untuk aku memperbaikinya. Apakah hatimu telah tertutup untuk ku. Apakah rasa mu telah hilang pada ku. Aku minta maaaf menyia-nyiakanmu. Tak ada sedikit pun niat membuatmu menangis. Tak ada sedikit pun niat membuatmu terluka . Aku pasrah, Aku rela bila engkau memakiku, membuliku   . Karena itu pantas untuk aku dapatkan. Aku hanya ingin satu darimu “MAAFKAN LAH AKU   L ”. Created By_Ninuk Kurniawan

BISA...

Ketika berjalan sore hari aku mlelihat segerombol orang bermain voli disana mereka bermain dengan senang dan penuh suka cita. Aku bersama teman” ku ingin bermain juga tapi kami kurang suka dengan voli. Setelah itu kami pun diajak bermain berssama kami main asal”an, terus ada yang berkata “Kalau main harus serius jangan bercanda kalau kalian gak serius kalian bakal selamnya gak bisa bermain voli”, kata-kata itu membuat kawan-kawan saya putus asa tapi saya tidak kata-kata itu membangkitkan jiwa bermain saya. Saya tersadar kalau saya pasti bisa bermain voli dengan baik dan akan jadi pemenang suatu saat nanti. Setiap hari saya bermain bersama orang tua yang bermain voli dilapangan saya terus berlatih dan berlatih sampai suatu saat saya dapat suatu masalah. Masalahnya adalah dari kwan” saya karena mereka mengira saya terlalu terobsesi dengan yang namanya voli padahal saya hanya ingin membuktikan bahwa saya bisa bermain dan menjadi pemenang,tapi mereka salah mengartikannya saya terus dij...