Disini aku ingin bercerita
tentang kehidupanku yang menurut ku membuatku selalu ada dalam keadaan
bersalah.
Dimulai dari malam aku menjemput
dan menghantarkan ia pulang kerumah hari selasa sekitar jam 18.20 aku
menunggunya di halte yang gak biasa tempat aku menjemputnya, itu karena
permintaanku dan ia pun datang kesana menggunakan angkot dan ia pun menghampiri
ku dengan muka lesu karena kelelahan habis mengikuti kegiatan disekolahnya. Ia pun
naik ke motor ku dan kami pun langsung kearah perjalanan pulang.
Setelah agak jauh dari halte aku
pun mulai pembicaraan aku berkata”kenapa kok lesu banget nampaknya” , ia pun
menjawab”tadi abis latihan silat bg disekolah”,dengan nada lesu, dan aku
bertanya lagi ”udah makan belum dek??”, ia berkata “belum” aku melanjutkan “yok
kita makan dulu nanti magh adek kambuh lho kalo gak makan”, ia pun menjawab “gak
kok bg tenang aja gak adek makan dirumah aja deh magh adek gak bakal kambuh kok”.
Disitu aku mulai tenang bila ia mengatakan itu aku pun lanjut cerita dan
bercanda dengan dia, tapi anehnya dia susah untuk ketawa dengan ku tidak
seperti biasanya. Biasanya ia tetawa lepas aku berpikir mungkin ia kecapean
karena kegiatanya tadi. Aku pun ingin terus berusaha agar dia tertawa dan
berhasil tapi hanya untuk sesaat saja.
Setelah beberapa lama kami
berjalan kira-kira sudah setengah perjalanan dia
bertanya “mengapa abang mau balikan lagi sama aku ???”, aku pun kaget dengan pertanyaan ini aku mulai menjawab pelan “karena adek adalah orang yang bg sayang dan bg yakin adek orang yang bg cari untuk hidup abg”, aku pun memberi pertanyaan yang sama untuknya, ia menjawab “adek gak tau bg, jujur perasaan adek keabang sekarang mulai hilang tapi adek ingin membangunnya kembali seperti yang dulu mungkin ini karena abg cuekin adek” aku pun menjawab “terus kenapa adek terima bg lagi” ia menjawab “ karena adek gak mau kehilangan abg adek belum siap bg” aku pun menjawab” bila kita sudah tidak punya rasa ngapain dilanjutkan toh nanti pasti ada salah satu yang tersakiti bg juga gak mau kehilangan adek tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan L”, ia pun berkata sambil menahan air mata,”tapi adek ingin adain rasa itu lagi bang jadi adek minta bantuan abg agar rasa itu kembali ada”, aku berkata dengan pemikiran yang sangat bodoh dan gak berpendidikan,”gak ada gunanya lagi adek, bg emang gak mau kehilangan adek lagi tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan”, ia berkata lagi,”aku ingin adain lagi rasa itu bg, L”sambil mengeluarkan setetes air mata. Disitu aku hanya bisa diam sambil mengendarai motor ku dan ia pun memelukku dengan erat seakan ia tak ingin aku pergi. Dan sampailah kami dirumahnya disitu ada ibunya menunggu diluar rumah dan aku pun mencium tangan ibunya dan mengucapkan salam.
bertanya “mengapa abang mau balikan lagi sama aku ???”, aku pun kaget dengan pertanyaan ini aku mulai menjawab pelan “karena adek adalah orang yang bg sayang dan bg yakin adek orang yang bg cari untuk hidup abg”, aku pun memberi pertanyaan yang sama untuknya, ia menjawab “adek gak tau bg, jujur perasaan adek keabang sekarang mulai hilang tapi adek ingin membangunnya kembali seperti yang dulu mungkin ini karena abg cuekin adek” aku pun menjawab “terus kenapa adek terima bg lagi” ia menjawab “ karena adek gak mau kehilangan abg adek belum siap bg” aku pun menjawab” bila kita sudah tidak punya rasa ngapain dilanjutkan toh nanti pasti ada salah satu yang tersakiti bg juga gak mau kehilangan adek tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan L”, ia pun berkata sambil menahan air mata,”tapi adek ingin adain rasa itu lagi bang jadi adek minta bantuan abg agar rasa itu kembali ada”, aku berkata dengan pemikiran yang sangat bodoh dan gak berpendidikan,”gak ada gunanya lagi adek, bg emang gak mau kehilangan adek lagi tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan”, ia berkata lagi,”aku ingin adain lagi rasa itu bg, L”sambil mengeluarkan setetes air mata. Disitu aku hanya bisa diam sambil mengendarai motor ku dan ia pun memelukku dengan erat seakan ia tak ingin aku pergi. Dan sampailah kami dirumahnya disitu ada ibunya menunggu diluar rumah dan aku pun mencium tangan ibunya dan mengucapkan salam.
Pembicaraan kami masih berlanjut
karena kunci motor ku diambil olehnya, dia ingin menjelaskan maslah kami malam
itu juga. Dia memegang tanganku dan aku pun melihat matanya, matanya berkata “aku
gak ingin putus sama mu bg” itu yang aku tangkap dari matanya. Lagi-lagi aku
bertindak bodoh sangat-sangat bodoh aku berkata “dek kita berteman aja ya, abg
gak mau nyakitin adek lebih dari ini bg udah bnyak salah sama adek bg pikir kalau
kita beteman bg gak akan nyakitin hati adek lagi” disitu tangisnya pun pecah
dan aku gak tega melihatnya. Aku benar-benar merasa bersalah ingin aku bunuh
saja diriku karena membuatnya mengeluarkan air mata lagi. Ia berkata dengan
menatap mataku “aku gak ingin berteman aku gaingin putus dengan mu, aku ingin
kita pacaran”, dan lagi-lagi aku berkata bodoh yang menyalahi hatiku “ dek
jangan nangis bg begini untuk kebaikan adek bg gak mau adek menangis cukup ini
adalah air mata terakhir adek buat abg L” tangis
nya pun makin kuat aku gak tega mendengarnya aku membujuknya pun sudah tak bisa
lagi dan akhirnya dia tiba-tiba pingsan di pangkuanku, aku panic dan memanggil
adeknya. Aku pun menggendongnya kedalam rumah disitu aku benar-benar tidak tega
melihatnya ia terbaring lemah. Datanglah tantennya menyadarkannya ia pun sadar
dan ia ke kamar mandi disana ia muntah. Setelah keluar dari kamar mandi ia
menghampiri ku dan menyuruhku pulang sepertinya ia sudah marah kepadaku. Aku
belum ingin pulang tapi ia memaksa ia berkata sambil mengeluarkan airmatanya “sudah
pulang udah malam kan” aku pun dengan berat hati meninggalkanya dengan keadaan
menangis seperti itu.
Sampai sekarang aku masih
menyesal atas perbuaatan ku itu, aku terlalu memntingkan diriku aku egois, aku
tidak akan pernah bisa memaafkan diriku bila terjadi sesuatu dengannya. Malam itu
adalah malam terakhir kami berkomunkasi dimalam itu lah kami putus dengan cara
yang tidak menyenangkan. Seiring berjalan waktu aku memberanikan diri untuk sms
dia pada tanggal 9 November 2012 dan mengundang dia tanggal 24 November 2012
untuk datang kekampusku yang aku mempunyai niat untuk meminta maaf padanya dan
menyelesaikan masalah ini sampai tuntas dan aku bisa tenang tanpa memikirkan
kesalahan lagi. Semoga ia memaafkan aku.
Created
By _ Ninuk Kurniawan
Comments
Post a Comment