Skip to main content

Pengalaman yang Menyakitkan…


Disini aku ingin bercerita tentang kehidupanku yang menurut ku membuatku selalu ada dalam keadaan bersalah.
Dimulai dari malam aku menjemput dan menghantarkan ia pulang kerumah hari selasa sekitar jam 18.20 aku menunggunya di halte yang gak biasa tempat aku menjemputnya, itu karena permintaanku dan ia pun datang kesana menggunakan angkot dan ia pun menghampiri ku dengan muka lesu karena kelelahan habis mengikuti kegiatan disekolahnya. Ia pun naik ke motor ku dan kami pun langsung kearah perjalanan pulang.
Setelah agak jauh dari halte aku pun mulai pembicaraan aku berkata”kenapa kok lesu banget nampaknya” , ia pun menjawab”tadi abis latihan silat bg disekolah”,dengan nada lesu, dan aku bertanya lagi ”udah makan belum dek??”, ia berkata “belum” aku melanjutkan “yok kita makan dulu nanti magh adek kambuh lho kalo gak makan”, ia pun menjawab “gak kok bg tenang aja gak adek makan dirumah aja deh magh adek gak bakal kambuh kok”. Disitu aku mulai tenang bila ia mengatakan itu aku pun lanjut cerita dan bercanda dengan dia, tapi anehnya dia susah untuk ketawa dengan ku tidak seperti biasanya. Biasanya ia tetawa lepas aku berpikir mungkin ia kecapean karena kegiatanya tadi. Aku pun ingin terus berusaha agar dia tertawa dan berhasil tapi hanya untuk sesaat saja.
Setelah beberapa lama kami berjalan kira-kira sudah setengah perjalanan dia
bertanya “mengapa abang mau balikan lagi sama aku ???”, aku pun kaget dengan pertanyaan ini aku mulai menjawab pelan “karena adek adalah orang yang bg sayang dan bg yakin adek orang yang bg cari untuk hidup abg”, aku pun memberi pertanyaan yang sama untuknya, ia menjawab “adek gak tau bg, jujur perasaan adek keabang sekarang mulai hilang tapi adek ingin membangunnya kembali seperti yang dulu mungkin ini karena abg cuekin adek” aku pun menjawab “terus kenapa adek terima bg lagi” ia menjawab “ karena adek gak mau kehilangan abg adek belum siap bg” aku pun menjawab” bila kita sudah tidak punya rasa ngapain dilanjutkan toh nanti pasti ada salah satu yang tersakiti bg juga gak mau kehilangan adek tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan L”, ia pun berkata sambil menahan air mata,”tapi adek ingin adain rasa itu lagi bang jadi adek minta bantuan abg agar rasa itu kembali ada”, aku berkata dengan pemikiran yang sangat bodoh dan gak berpendidikan,”gak ada gunanya lagi adek, bg emang gak mau kehilangan adek lagi tapi adek sudah gak ada rasa lagi ke abg kan”, ia berkata lagi,”aku ingin adain lagi rasa itu bg, L”sambil mengeluarkan setetes air mata. Disitu aku hanya bisa diam sambil mengendarai motor ku dan ia pun memelukku dengan erat seakan ia tak ingin aku pergi. Dan sampailah kami dirumahnya disitu ada ibunya menunggu diluar rumah dan aku pun mencium tangan ibunya dan mengucapkan salam.
Pembicaraan kami masih berlanjut karena kunci motor ku diambil olehnya, dia ingin menjelaskan maslah kami malam itu juga. Dia memegang tanganku dan aku pun melihat matanya, matanya berkata “aku gak ingin putus sama mu bg” itu yang aku tangkap dari matanya. Lagi-lagi aku bertindak bodoh sangat-sangat bodoh aku berkata “dek kita berteman aja ya, abg gak mau nyakitin adek lebih dari ini bg udah bnyak salah sama adek bg pikir kalau kita beteman bg gak akan nyakitin hati adek lagi” disitu tangisnya pun pecah dan aku gak tega melihatnya. Aku benar-benar merasa bersalah ingin aku bunuh saja diriku karena membuatnya mengeluarkan air mata lagi. Ia berkata dengan menatap mataku “aku gak ingin berteman aku gaingin putus dengan mu, aku ingin kita pacaran”, dan lagi-lagi aku berkata bodoh yang menyalahi hatiku “ dek jangan nangis bg begini untuk kebaikan adek bg gak mau adek menangis cukup ini adalah air mata terakhir adek buat abg L” tangis nya pun makin kuat aku gak tega mendengarnya aku membujuknya pun sudah tak bisa lagi dan akhirnya dia tiba-tiba pingsan di pangkuanku, aku panic dan memanggil adeknya. Aku pun menggendongnya kedalam rumah disitu aku benar-benar tidak tega melihatnya ia terbaring lemah. Datanglah tantennya menyadarkannya ia pun sadar dan ia ke kamar mandi disana ia muntah. Setelah keluar dari kamar mandi ia menghampiri ku dan menyuruhku pulang sepertinya ia sudah marah kepadaku. Aku belum ingin pulang tapi ia memaksa ia berkata sambil mengeluarkan airmatanya “sudah pulang udah malam kan” aku pun dengan berat hati meninggalkanya dengan keadaan menangis seperti itu.
Sampai sekarang aku masih menyesal atas perbuaatan ku itu, aku terlalu memntingkan diriku aku egois, aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku bila terjadi sesuatu dengannya. Malam itu adalah malam terakhir kami berkomunkasi dimalam itu lah kami putus dengan cara yang tidak menyenangkan. Seiring berjalan waktu aku memberanikan diri untuk sms dia pada tanggal 9 November 2012 dan mengundang dia tanggal 24 November 2012 untuk datang kekampusku yang aku mempunyai niat untuk meminta maaf padanya dan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas dan aku bisa tenang tanpa memikirkan kesalahan lagi. Semoga ia memaafkan aku.


Created By _ Ninuk Kurniawan

Comments

Popular posts from this blog

MAAFKAN LAH AKU.. :(

Aku disini menanti hadirmu kembali. Sendiri menikamti dinginnya malam. Sendiri merenungi semua kesalahan. Aku memang bukanlah sosok yang sempurna yang engkau inginkan, Apakah tidak bisa untuk aku memperbaikinya. Apakah hatimu telah tertutup untuk ku. Apakah rasa mu telah hilang pada ku. Aku minta maaaf menyia-nyiakanmu. Tak ada sedikit pun niat membuatmu menangis. Tak ada sedikit pun niat membuatmu terluka . Aku pasrah, Aku rela bila engkau memakiku, membuliku   . Karena itu pantas untuk aku dapatkan. Aku hanya ingin satu darimu “MAAFKAN LAH AKU   L ”. Created By_Ninuk Kurniawan

“HOPE”

Bulan menampakkan lingkaran penuhnya Terlihat indah dipandang Bintang menemani selalu Langit terasa senang karena semua bencampur dengan sangat sempurna Malam itu aku duduk diluar Melihat mereka(bintang,bulan, awan) di langit Seperti membicarkan sesuatu Aku melihat saja sambil tersenyum Disaat aku tersenyum ternyata ada yang kubayangkan yaitu DIA DIA(orang yang aku cintai) selalu membuat aku tersenyum dengan tingkahnya Tawanya yang  khas selalu terbayang dan itu lah yang membuat aku bahagia Aku selalu berharap DIA akan menemaniku sampai akhir hidup ku Tapi, hanya yang diatas lah yang menentukan semuanya Tapi aku kan berusaha selalu membuat DIA tersenyum setiap didekat ku Sesuai dengan kemampuan dan kesangupan ku I love U Desi rIo Anita (DIA) 

BISA...

Ketika berjalan sore hari aku mlelihat segerombol orang bermain voli disana mereka bermain dengan senang dan penuh suka cita. Aku bersama teman” ku ingin bermain juga tapi kami kurang suka dengan voli. Setelah itu kami pun diajak bermain berssama kami main asal”an, terus ada yang berkata “Kalau main harus serius jangan bercanda kalau kalian gak serius kalian bakal selamnya gak bisa bermain voli”, kata-kata itu membuat kawan-kawan saya putus asa tapi saya tidak kata-kata itu membangkitkan jiwa bermain saya. Saya tersadar kalau saya pasti bisa bermain voli dengan baik dan akan jadi pemenang suatu saat nanti. Setiap hari saya bermain bersama orang tua yang bermain voli dilapangan saya terus berlatih dan berlatih sampai suatu saat saya dapat suatu masalah. Masalahnya adalah dari kwan” saya karena mereka mengira saya terlalu terobsesi dengan yang namanya voli padahal saya hanya ingin membuktikan bahwa saya bisa bermain dan menjadi pemenang,tapi mereka salah mengartikannya saya terus dij...