Untuk Kamu Yang Tak Bisa Kulupakan
Cahaya mentari pagi memasuki celah celah gorden jendela kamarku, membangunkan aku didalam mimpi panjang nan indah, terasa kesal tapi juga bersyukur karena masih di berikan kehidupan, ku bangun dari tidurku membuka gorden agar seluruh cahaya itu memasuki ruang kamar tidurku. Ku bersiap untuk mengahadapi hari, karena hari ini adalah hari pertama ku.
Hari ini adalah hari pertama aku memasuki status baru, status mahasiswa di sebuah perguruan tinggi negeri di kota Batam, belum ada yang istimewa untuk sekarang. Teman Teman ku ada beberapa yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ini, lebih banyak yang memilih untuk berkerja dan juga melanjutkan studi di luar kota. Hari pertama masuk tentu di pikiran ku adalah belajar tapi rupanya tidak hari ini cuma perkenalan antara mahasiswa baru dengan dosen yang mengajar selepasnya lebih banyak di luar ruangan sekedar ngumpul sama temen baru dan juga kenalan pastinya.
Ah disaat sedang ngumpul rupanya ada seseorang yang melewatiku bersama teman temannya, desi namanya aku tau dia karena kami satu grup saat MOM (Masa Orientasi Mahasiswa) rupanya dia juga free. aku menyapannya dan diajuga menyapaku, sungguh indah. Aku mulai tertarik dengannya saat pertama kali bertemu, dia duduk tepat sebelahku saat pembagian grup itu, tampilannya yang simple, senyumnya yang manis, dan kacamatanya yang cocok dengannya membuatku sedikit terpana dan berkata dalam hati "ini kah bidadari yang turun dari surga dan sedang belajar bagaimana rasa menjadi mahasiswa itu", Maklum saja saat aku SMK tidak ada cewe yang kayak gini di sekolah ku, soalnya kebanyakan batang semua.
Oh iya MOM ini di laksanakan seminggu dibagi menjadi indoor (didalam kampus) dan outdoor (di Camp Yonif) jadi selama di kampus kita di kenalkan dengan keadaan kampus, ruangan kampus, jurusan, pilihan pilihan Organisasi di kampus, peraturan dan tata tertib kampus, dan banyak deh. nah sedangkan di outdoor (Camp Yonif) ini lebih ke taman bermain, kita di ajarkan gerak jalan latihan baris berbaris, permainan ke kompakan dan juga ilmu survival.
apa aku ceritain juga ya keseruan MOM ini yang indoor dan outdoor?
yaudah deh aku ceritain keseruan MOM di kampus ku ,
Hari pertama MOM kita udah di setting untuk di jadikan mainan sama kambing(Kaka Pembimbing), kenapa aku bilang kayak ini soalnya kami harus masuk sangat pagi dengan pakaian kaos dan celana training dengan kepala botak dan mainan kaleng kaleng yang diisi batu jadi bunyinya meriah gitu ini untuk cowo, kalau cwenya sama aja sih aksesorisnya hanya saja mereka harus menambakan kepangan bagi yang gak pake jilbab, sedangkan yang memakai jilbab mereka harus menambahkan pita pada jilbabnya sesuai dengan jumlah yang di sebebutkan pada hari sebelumnya.
sebelum masuk kami harus baris berbaris dan tidak lupa mengucapkan "SELAMAT PAGI KAK" wkwkwwkw, jadi disini kerasa bener deh senioritasnya nama kambingnya pada susah susah lagi, haha. nah ada satu kejadian yang membuat aku dekat desi dan kami bisa berbincang satu dua kata gitu karena jujur aku bukan orang yang bisa ngomong ke cewe dulu. seingatku ini hari ini pertama setelah kami baris berbaris waktu mau masuk kampus kami dikumpulkan di lapangan sesuai dengan grup yang sudah di bagikan di hari sebelumnya, nah ini agendanya sarapan yang menunya sudah di tentukan pada hari sebelumnya. selepas sarapan *kambing rupanya memeriksa celana dan baju yang di kenakan apakah ketat menurutnya atau tidak, nah jadi celana dia salah satu kriteria ketat nih menurut kambing jadi disuruh pake sarung dong selama MOM hari itu, wkwkwkwkw, nah dengan polosnya dia nunjuk cewe dan di nanya "itu celananya ketat gak sih?" ya aku jawab "wah kalau dia emang susa nyari celana makanya gak kena, sudah nikmati aja pake sarungnya, hahaha" tawaku sambil ngelihat muka cemberutnya karena dia salah satu yang kena pake sarung, huehue. di hari pertama ini juga aku terkesan dengannya aku baru tau dia kuliah sambil bekerja hanya saja dia masuk bukan di kelas karyawan tapi kelas reguler, jadinya dia bekerja seusai kuliah kelar, what the play.
dia bekerja menjadi admin document di salah satu kantor advokat dekat kampus juga ya gak bisa jalan harus naik kendaraan sih. jadi hari pertama ini seharusnya di masuk kerja hanya saja dia masuk jam 2 siang, jadi dia selain berfikir bagaimana melepas sarung dia juga berfikir untuk bagaimana mengelarkan MOM ini sebelum jam 2 siang karena dia harus bekerja, dan caranya adalah pura pura sakit, maklum sih cewe banyak caranya ya salah satu alasannya adalah sakit perut karena maag, tapi cara nya gak berhasil dong, hahaha. jadi aku pikir dia udah di bolehin pulang setelah istirahat karena aku gak ngelihat dia lepas makan siang, eh rupanya di balek lagi dengan cemberutnya yang sangat aku kangenin sekarang. jadi aku tanya dong "kenapa kok balek lagi?" dia jawab "gak di kasih pulang aku malah di kasih obat yang gede gede lagi, wkwkwkw" percakapannya gk sampe sini masih berlanjut walaupun kambing pada ngomong di depan aku lebih asik bertanya jawab dengan dia, baru kali ini aku bisa berbicara panjang lebar dengan orang baru dan dia cewek lagi, wkwkwkwkw. hari pertama siap jam 5 lewat dan dia memutuskan untuk masuk kerja padahal dia sudah telat banget, rencananya aku ingin menawarkan tumpangan untuk ngantarin dia ke kantor cuma kami tak bertemu pada saat bubaran hari pertama. yasudahlah mungkin esok hari.
Hari hari MOM kami lewati tidak ada yang spesial acara MOM ini menurutku lebih ngeri pas MOS (Masa Orientasi Siswa) ini tingakatannya SMK/SMA ya. tak terasa MOM indoor sudah hampir selesai kami akan lanjut ke MOM outdoor ini kami di berangkat ke sebuah tempat pelatihan tentara, kami harus menginap 2 hari 1 malam disini (nah disini baru seru gak kayak MOM indoor nya). Kelompok kami di bagi kembali dan sayangnya aku gak sekelompok dengannya kami beda satu kelompok masih berdekatan tapi tak bersama, hahaha. Jadi di camp yonif ini kami di haruskan memasak sendiri untuk makan siang , malam dan pagi di mulai dari persiapan tiap kelompok berembuk apa yang harus dibawa dan siapa yang membawa. tiba saat kami berangkat kami berkumpul di Kampus dan berbarengan pergi menggunakan bus yang ku pikirkan pasti seru acara yang akan kami hadapi secara pertama kali nginap ala ala camping militer. sesampainya di camp yonif kami menurukan semua barang dan di kumpulkan di sebuah aula, kami di beritahu apa saja yang akan kami kerjakan dan rundownnya. Saat itu siang hari terik kami harus memasak makan siang kami sendiri untung saja teman kelompok ku ada yang bisa masak tugasku hanya membuat api (ini momen penting) menunjukan aku ada lah gunanya, wkwkwkwk. Selepas aku menghidupkan api tugasku menjaga api agar tidak padam dan makanan bisa matang dengan sempurna, tapi yang terjadi lauk kami secara rasa "not bad" tapi nasi kami bisa dibilang "failed" keras dan masih rasa beras. setelah semua siap kami rasa kelompok kami bisa makan walau nasi bisa dikatakan belum mateng yang terpentingkan lauknya (mayoritas memilih sarden untuk dibawa), Eh momen serunya di balik kami harus bertukar tempat dengan kelompok lain yang dari segi nasi mereka bisa dikatakan "good" haha lauknya enak ayam pulak, sungguh rejeki nomplok ini mah. Setelah makan siang acara pembentukan karakter pun di mulai. kami harus berkerja sama dalam satu kelompok untuk menyelesaikan rintangan rintangan yang diberikan dan semuanya adalah kerjasama team. Kami di adu team mana yang paling bagus kerjasamanya, bila satu orang dalam team basah semua harus basah juga, bila satu orang dalam team capek yang lain harus menyemangati, banyak yang aku pelajari disini tentang kerjasama team. tak terasa sudah hampir sore langit mendung menurukan rintik rintik kecilnya kami berhamburan menyelamatkan kayu bakar yang akan di gunakan untuk memasak makan malam kami nanti, ahahah. Tugasku makin berat harus menyalakan api dengan kayu bakar yang sedikit basah plus tidak ada media kering yang bisa digunakan untuk mengihupkan api, semua semak semak kering, daun daun kering, semuanya basah di terpa rintik rintik itu. Tidak ada kata menyerah, kalau menyerah kami semua dalam kelompok gak makan, yang aku butuhkan cuma bara, sedikit bara saja sudah cukup aku punya tiupan yang lumayan kencang untuk membuat api tetap menyala besar. butuh 15 menit untuk menyalakan api dan kami pun mulai memasak. tetap tugasku menyalakan api dan menjaganya. seserius itu aku menyalakan Api rupanya Dia ada di sebelah kelompokku, sungguh indah setelah panas aku di teduhkan dengan memandangnya, Dia wanita yang teduh tidak suka mencari atensi "menurutku" atau lebih tepatnya dia seorang yang pendiam. Makan malam siap kami menyantapnya ini lebih baik, nasi kami matang dengan sempurna, lauk kami yang terbaik. Malam hari acara di lanjut dengan bermain full semua mahasiswa baru VS kaka pembimbing, kami harus mengestafetkan api dari satu kelompok ke kelompok lain dengan rintangan kambing akan melemparkan bola air yang tujuannya untuk mematikan api itu, bila api itu padam ya kami semua kalah dan kaka pembimbing menang. Semua menyambut antusias terutama aku, kami memilih siapa yang akan membawa obor api ini (ini harus dibawa oleh 5 orang menggunakan tali yang di ikat di obor setiap kelompok) dan siapa yang akan membantu menerima meriam air kambing untuk melindungi api supaya tidak padam, jelas aku memilih menjadi tameng. acara malam ini mengajarkan kami untuk kerjasama mencapai sebuah tujuan dari tujuan tujuan kecil (api dari kelompk ke kelompok) sampai menyalakan api unggun raksasa. yeay kami menang api unggun raksasa khas anak pramukan yang lagi jambore menyala besar, aku melihat Dia, wanita pendiam yang duduk memandang api unggun dibawah gelapnya malam, indah sungguh indah, kami duduk bersebalahan menatap api unggun saling bercanda karena bajuku basah semua kena lempar meriam air, haha. Kami menikmati malam itu cukup lama aku tak ingin melepaskannya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan aku mulai serakah aku menginginkanya, sangat ingin.
LANJUTANNYA NANTI YA.
yaudah deh aku ceritain keseruan MOM di kampus ku ,
Hari pertama MOM kita udah di setting untuk di jadikan mainan sama kambing(Kaka Pembimbing), kenapa aku bilang kayak ini soalnya kami harus masuk sangat pagi dengan pakaian kaos dan celana training dengan kepala botak dan mainan kaleng kaleng yang diisi batu jadi bunyinya meriah gitu ini untuk cowo, kalau cwenya sama aja sih aksesorisnya hanya saja mereka harus menambakan kepangan bagi yang gak pake jilbab, sedangkan yang memakai jilbab mereka harus menambahkan pita pada jilbabnya sesuai dengan jumlah yang di sebebutkan pada hari sebelumnya.
sebelum masuk kami harus baris berbaris dan tidak lupa mengucapkan "SELAMAT PAGI KAK" wkwkwwkw, jadi disini kerasa bener deh senioritasnya nama kambingnya pada susah susah lagi, haha. nah ada satu kejadian yang membuat aku dekat desi dan kami bisa berbincang satu dua kata gitu karena jujur aku bukan orang yang bisa ngomong ke cewe dulu. seingatku ini hari ini pertama setelah kami baris berbaris waktu mau masuk kampus kami dikumpulkan di lapangan sesuai dengan grup yang sudah di bagikan di hari sebelumnya, nah ini agendanya sarapan yang menunya sudah di tentukan pada hari sebelumnya. selepas sarapan *kambing rupanya memeriksa celana dan baju yang di kenakan apakah ketat menurutnya atau tidak, nah jadi celana dia salah satu kriteria ketat nih menurut kambing jadi disuruh pake sarung dong selama MOM hari itu, wkwkwkwkw, nah dengan polosnya dia nunjuk cewe dan di nanya "itu celananya ketat gak sih?" ya aku jawab "wah kalau dia emang susa nyari celana makanya gak kena, sudah nikmati aja pake sarungnya, hahaha" tawaku sambil ngelihat muka cemberutnya karena dia salah satu yang kena pake sarung, huehue. di hari pertama ini juga aku terkesan dengannya aku baru tau dia kuliah sambil bekerja hanya saja dia masuk bukan di kelas karyawan tapi kelas reguler, jadinya dia bekerja seusai kuliah kelar, what the play.
dia bekerja menjadi admin document di salah satu kantor advokat dekat kampus juga ya gak bisa jalan harus naik kendaraan sih. jadi hari pertama ini seharusnya di masuk kerja hanya saja dia masuk jam 2 siang, jadi dia selain berfikir bagaimana melepas sarung dia juga berfikir untuk bagaimana mengelarkan MOM ini sebelum jam 2 siang karena dia harus bekerja, dan caranya adalah pura pura sakit, maklum sih cewe banyak caranya ya salah satu alasannya adalah sakit perut karena maag, tapi cara nya gak berhasil dong, hahaha. jadi aku pikir dia udah di bolehin pulang setelah istirahat karena aku gak ngelihat dia lepas makan siang, eh rupanya di balek lagi dengan cemberutnya yang sangat aku kangenin sekarang. jadi aku tanya dong "kenapa kok balek lagi?" dia jawab "gak di kasih pulang aku malah di kasih obat yang gede gede lagi, wkwkwkw" percakapannya gk sampe sini masih berlanjut walaupun kambing pada ngomong di depan aku lebih asik bertanya jawab dengan dia, baru kali ini aku bisa berbicara panjang lebar dengan orang baru dan dia cewek lagi, wkwkwkwkw. hari pertama siap jam 5 lewat dan dia memutuskan untuk masuk kerja padahal dia sudah telat banget, rencananya aku ingin menawarkan tumpangan untuk ngantarin dia ke kantor cuma kami tak bertemu pada saat bubaran hari pertama. yasudahlah mungkin esok hari.
Hari hari MOM kami lewati tidak ada yang spesial acara MOM ini menurutku lebih ngeri pas MOS (Masa Orientasi Siswa) ini tingakatannya SMK/SMA ya. tak terasa MOM indoor sudah hampir selesai kami akan lanjut ke MOM outdoor ini kami di berangkat ke sebuah tempat pelatihan tentara, kami harus menginap 2 hari 1 malam disini (nah disini baru seru gak kayak MOM indoor nya). Kelompok kami di bagi kembali dan sayangnya aku gak sekelompok dengannya kami beda satu kelompok masih berdekatan tapi tak bersama, hahaha. Jadi di camp yonif ini kami di haruskan memasak sendiri untuk makan siang , malam dan pagi di mulai dari persiapan tiap kelompok berembuk apa yang harus dibawa dan siapa yang membawa. tiba saat kami berangkat kami berkumpul di Kampus dan berbarengan pergi menggunakan bus yang ku pikirkan pasti seru acara yang akan kami hadapi secara pertama kali nginap ala ala camping militer. sesampainya di camp yonif kami menurukan semua barang dan di kumpulkan di sebuah aula, kami di beritahu apa saja yang akan kami kerjakan dan rundownnya. Saat itu siang hari terik kami harus memasak makan siang kami sendiri untung saja teman kelompok ku ada yang bisa masak tugasku hanya membuat api (ini momen penting) menunjukan aku ada lah gunanya, wkwkwkwk. Selepas aku menghidupkan api tugasku menjaga api agar tidak padam dan makanan bisa matang dengan sempurna, tapi yang terjadi lauk kami secara rasa "not bad" tapi nasi kami bisa dibilang "failed" keras dan masih rasa beras. setelah semua siap kami rasa kelompok kami bisa makan walau nasi bisa dikatakan belum mateng yang terpentingkan lauknya (mayoritas memilih sarden untuk dibawa), Eh momen serunya di balik kami harus bertukar tempat dengan kelompok lain yang dari segi nasi mereka bisa dikatakan "good" haha lauknya enak ayam pulak, sungguh rejeki nomplok ini mah. Setelah makan siang acara pembentukan karakter pun di mulai. kami harus berkerja sama dalam satu kelompok untuk menyelesaikan rintangan rintangan yang diberikan dan semuanya adalah kerjasama team. Kami di adu team mana yang paling bagus kerjasamanya, bila satu orang dalam team basah semua harus basah juga, bila satu orang dalam team capek yang lain harus menyemangati, banyak yang aku pelajari disini tentang kerjasama team. tak terasa sudah hampir sore langit mendung menurukan rintik rintik kecilnya kami berhamburan menyelamatkan kayu bakar yang akan di gunakan untuk memasak makan malam kami nanti, ahahah. Tugasku makin berat harus menyalakan api dengan kayu bakar yang sedikit basah plus tidak ada media kering yang bisa digunakan untuk mengihupkan api, semua semak semak kering, daun daun kering, semuanya basah di terpa rintik rintik itu. Tidak ada kata menyerah, kalau menyerah kami semua dalam kelompok gak makan, yang aku butuhkan cuma bara, sedikit bara saja sudah cukup aku punya tiupan yang lumayan kencang untuk membuat api tetap menyala besar. butuh 15 menit untuk menyalakan api dan kami pun mulai memasak. tetap tugasku menyalakan api dan menjaganya. seserius itu aku menyalakan Api rupanya Dia ada di sebelah kelompokku, sungguh indah setelah panas aku di teduhkan dengan memandangnya, Dia wanita yang teduh tidak suka mencari atensi "menurutku" atau lebih tepatnya dia seorang yang pendiam. Makan malam siap kami menyantapnya ini lebih baik, nasi kami matang dengan sempurna, lauk kami yang terbaik. Malam hari acara di lanjut dengan bermain full semua mahasiswa baru VS kaka pembimbing, kami harus mengestafetkan api dari satu kelompok ke kelompok lain dengan rintangan kambing akan melemparkan bola air yang tujuannya untuk mematikan api itu, bila api itu padam ya kami semua kalah dan kaka pembimbing menang. Semua menyambut antusias terutama aku, kami memilih siapa yang akan membawa obor api ini (ini harus dibawa oleh 5 orang menggunakan tali yang di ikat di obor setiap kelompok) dan siapa yang akan membantu menerima meriam air kambing untuk melindungi api supaya tidak padam, jelas aku memilih menjadi tameng. acara malam ini mengajarkan kami untuk kerjasama mencapai sebuah tujuan dari tujuan tujuan kecil (api dari kelompk ke kelompok) sampai menyalakan api unggun raksasa. yeay kami menang api unggun raksasa khas anak pramukan yang lagi jambore menyala besar, aku melihat Dia, wanita pendiam yang duduk memandang api unggun dibawah gelapnya malam, indah sungguh indah, kami duduk bersebalahan menatap api unggun saling bercanda karena bajuku basah semua kena lempar meriam air, haha. Kami menikmati malam itu cukup lama aku tak ingin melepaskannya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, dan aku mulai serakah aku menginginkanya, sangat ingin.
LANJUTANNYA NANTI YA.
Comments
Post a Comment